Ads Top

Haji Sulong Tokoh Pembaharu Pattani





                                                                              Haji Sulong
                 
                        Ilustrasi @deepsoutwatch.org


Haji Sulong Al Fattani, seorang tokoh agamawan dari Pattani Thailand, beliau merupakan seorang pribumi Pattani yang gigih dalam menuntut ilmu, beberaoa negara Timur Tengah telah beliau singgahi seperti Mesir dan Arab Saudi untuk belajar ilmu agama para guru-guru yang ada disana selama 17 tahun

17 tahun merantau, tibalah waktunya bagi Haji Sulong untuk mengabdi pada negerinya Pattani yang berada dibawah kerajaan Thailand, Pattani sebagai sebuah daerah yang dihuni oleh 90 % persen muslim mendapat siksaan dan pengucilan dari pemerintah Thailand yang beragama Budha.

Dengan keadaan yang sedemikian rupa, banyak aksi-aksi dan pergerakan-pergerakan perjuangan yang dilakukan oleh masyarakat Pattani, namun semua itu berhasil digagalkan oleh pemerintah Thailand.

Pada tahun 1924 Haji Sulong sebagai seorang pelopor, maju sebagai pemimpin sebuah pergerakan, beberapa tuntutan ia arahkan kepada pemerintah Thailand, salah satunya mengembalikan Pattani sebagai sebuah daerah yang pernah menegakkan Syariat Islam.

Namun, tuntunan itu hanya dianggap sebagai sebuah pembangkangan dan pemberontakan oleh Pemerintah Thailand yang berkuasa saat itu, akhirnya pada tahun 1954 Haji Sulong beserta sahabatnya diculik oleh antek-antek Kerajaan Thailand dan dibunuh, kemudian jasad mereka dibuang ke tengah laut.

Kematian Haji Sulong meninggalkan duka  yang mendalam bagi masyarakat Pattani, namun tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus melakukan perlawanan terhadap kedhaliman kerajaan Thailand

Perjuangan Haji Sulong dianggaap berhasil, karena sepeninggalnya beberapa bukti perjuangannya masih bisa dirasakan oleh Muslim Pattani, diantaranya, wanita Pattani dibolehkan menggunakan jilbab oleh pemerintah Thailand, kemudian untuk lelaki boleh menggunakan sarung, jadwal waktu shalat wajib, dan adanya Taman Didik Kanak-Kanak (Tadika) yang menjadi pusat penyiaran Islam dan pengenalan budaya Melayu kepada anak-anak Pattani



No comments:

Powered by Blogger.