Ads Top

Tidak Ada Matahari Lembu Pun Jadi

20160220_185011
Sore itu tanggal 19 Februari 2016 Azhari memberikan sepeda motornya kepada Syukri untuk bisa berjalan-jalan bersama kami
Awalnya,sepeda motor itu tidak bisa dinyalakan, setelah dibongkar akhirnya bisa dijalankan kembali
Tujuan kami hari itu adalah melihat matahari terbenam di kampung Meulingge, berkilo meter jalan aspal yang kami lalui, ada yang tanjakan dengan jurang disamping, sedikit mengerikan. Namun itu tidak perlu dirisaukan
Sepeda motor yang ditumpangi Syukri telah hilang dari pandangan, maklum lelaki itu sudah 5 kali mengunjungi Pulo Aceh, rute perjalanan sudah terekam di pikirannya
Jam sudah menunjukkan pukul 18:45 Wib matahari mulai terbenam, aku bersama Mukhlis segera memakirkan kendaraan dan berlari ke pantai untuk berfoto bersamaan dengan terbenamnya matahari
“Teungku, cepat-cepat matahari hampir menghilang,”ujarku
Mukhlis segera mempersiapkan kamera dan kami berhasil mengabadikan momen itu
Syukri dan bang Thayeb yang telah sampai lebih dulu hanya bengong di samping jalan dan tak sempat mengabadikan momen tersebut, bang Thayeb sibuk dengan pemotretan alam sekitar itu tanpa sempat memotret dirinya ketika matahari terbenam
Puluhan ekor lembu berkeliaran di pantai yang berpasir putih itu, tidak ada tali pengikat apalagi kandang, mereka dibiarkan terlepas begitu saja, karena di Pulo Aceh tidak ada pencuri, kalaupun ada mereka harus bersusah payah menyeberangi lautan sebelum akhirnya diketahui warga
Sayang sungguh sayang, Reza dan Rahmat yang datang belakangan tidak sempat berfoto bersamaan dengan terbenamnya matahari
Sesampainya ia disana langit hampir saja menghitam, belum sempat berfoto-foto langit hampir menghitam
Akhirnya, ia mengambil inisiatif untuk memoret lembu yang berkeliaran di pasir itu sebagai ganti dirinya yang luput dari pemotretan ketika matahari terbenam
“Ini pun sudah cukup bagus,” ujar Reza

No comments:

Powered by Blogger.