Ads Top

Menjemput Keindahan Pulo Aceh (1)


20160221_075858

Siang hari Sabtu tanggal 19 Februari 2016, saya bersama rekan-rekan dari ASHaf menuju ke Pulo Aceh yang terletak di ujung barat provinsi Aceh, tempat yang sangat jauh, akses menuju kesana harus menggunakan kapal motor nelayan yang berangkat setiap harinya hanya satu kali yaitu pada pukul 14:00 wib dari dermaga Lampulo, Banda Aceh
Saat kapal mulai menaikkan jangkar kami merasa sangat senang, karena sebentar lagi kami akan menuju ke tempat yang sering diisukan orang sebagai tempat yang paling indah di Aceh.
Siang itu angin berhembus kencang, membuat kapal berjalan agak lambat dibanding hari-hari sebelumnya, ombak besar mengamuk, sesekali ia hempaskan kapal itu terlalu tinggi, membuat para penumpang dan khususnya saya yang baru sekali menuju kesana merasa ketakutan
Beberapa orang terlihat tenang, mereka asik bercakap-cakap ditengah gemuruh ombak, mereka adalah masyarakat  Pulo Aceh yang sedang berkunjung ke kota Banda Aceh
Sesekali, kapal mengalun-alun kiri dan kanan, rasa takut kembali bertambah, tanganku tak lepas dari dinding kapal, bibirku tak pernah berhenti berucap istighfar
“Tidak apa-apa, kapal mengalun-alun supaya percikan air tidak mengenai kita, itu maksud pak nahkoda,”, ujar seorang penumpang yang berasal dari Pulo Aceh sembari tertawa
Perjalanan sudah hampir dua jam, dari jauh terlihat dua pulau yang saling mengapit, membentuk gerbang yang siap menerima kedatangan kami
Mataku terbelalak melihatnya, ditambah warna air kehijauan yang sangat jernih, rentetan pohon kelapa tumbuh di pantai menambah rasa takjub setiap mata yang melihatnya, rasa pusing karena ombak yang begitu kencang seketika hilang ketika kapal memasuki gerbang pulau itu
Perlahan demi perlahan kapal melewati perumahan penduduk, kapal-kapal mereka banyak yang berlayar di sekeliling kami, sesekali ada yang mengumbar senyum dari bibirnya
Kapal sudah berlabuh di dermaga Gugop, beberapa pekerja langsung menyerobot kedalam kapal untuk mengeluarkan segala macam peralatan yang diangkuit kapal itu dari dermaga Lampulo.
Disaat berbaur dengan masyarakat di warung kopi, aku merasakan keramahan dari penduduk pulau itu, cara mereka menyapa membuat aku terkesima dengan tingkah mereka, aku sadar bahwa Pulo Aceh tidak hanya indah panoramanya, tapi masyarakatnya juga berbudi pekerti luhur
Membuat hati terasa nyaman

No comments:

Powered by Blogger.