Ads Top

Kisah Cinta Uwais al Qarni



 Sumber foto http://www.techofheart.co/

Malam itu kampung Meunasah Kumbang sunyi sebagaimana biasanya  anak-anak kampung itu sedang mengaji di balai Teungku Abu.

Suara anak-anak mengaji terdengar jauh,maklum malam itu malam jum'at, giliran anak-anak yasinan berjama'ah

Setelah selesai mengaji, anak-anak membuat keributan, berlari-lari diatas balai, membuat Teungku Abu merasa kesal, namun tidak ada sedikit kata-kata kasarpun yang keluar dari mulutnya

"Ayo anak-anak kesini ada yang mau Teungku ceritain", ucap Teungku Abu sembari tersenyum

Anak-anak yang tadinya berlari-lari segera menoleh dan mendekat ke teungku Abu dan duduk dengan rapi di sekeliling teungku Abu

Teungku Abu mulai bercerita

Alkisah di negeri arab hiduplah seorang pemuda yang bernama Uwais al Qarni, dia hidup bersama ibunya yang sudah tua lagi lumpuh, setiap hari Uwais mengurusi ibunya dengan baik tanpa pernah merasa terbeban,

Pada suatu hari ibunya berkata bahwa ia ingin sekali berhaji

Setelah mendengar ucapan ibunya, setiap harinya Uwais mendaki bukit di siang hari sambil memopoh seekor lembu di punggungnya

"Apa dia bodoh Teungku?", sela Amir

OOoooooo

Teriak murid-murid lainnya karena kesal cerita Teungku Abu terganggu, Teungku Abu hanya tersenyum melihat tingkah murid-muridnya

"Sudah, sudah, semuanya diam, apa kamu mau tau kenapa dia berlaku seperti itu Amir?", tanya Teungku Amir

Teungku Amir mulai melanjutkan cerita

Semua orang yang melihat tingkah Uwais heran dan terkadang ada yang mencelanya

"Apa kamu gila Uwais, memopoh seekor lembu sembari menaiki bukit yang gersang", cela orang-orang

Uwais tidak menyahut apalagi membalas celaan itu karena dia tahu membalas celaan hanya akan memperburuk keadaan, kejadian seperti itu terjadi setiap hari

Lembu itu semakin lama semakin membesar, tapi setiap harinya Uwais masih saja memopohnya hingga mencapai 8 bulan dengan berat lembu 100 kg

Tibalah musim haji, Uwais menggendong ibunya yang tua lagi lumpuh menuju Mekkah yang berjarak cukup jauh dari Yaman

Orang-orang yang pernah mencelanya, akhirnya tahu apa tujuan Uwais menggendong lembu setiap harinya menaiki bukit

Sesampai di Mekkah ibunya menangis di depan ka'bah, dan bertasbih kepada Allah

"Ya Allah, ampunilah dosa ibu," Pinta Uwais

Ibunya lantas terkejut mendengar do'a Uwais

"Lantas bagaimana denganmu?," ujar ibunya

"Kalau ibu diampuni dosanya, maka ibu akan masuk surga, lantas biar aku masuk surga dengan ridhamu,", ucap Uwais


Subhanallah begitulah kecintaan Uwais kepada ibunya

Cerita usai, azan Isya terdengar dari TOA mesjid, anak-anak banyak yang tercengang bahkan ada yang meneteskan air mata

Teungku Abu terharu melihat tingkah murid-muridnya, rasa bangga muncul didalam hatinya

No comments:

Powered by Blogger.